Senin, 18 Juni 2012
Review : Funbike Gowes Bareng Kalbe 17 Juni 2012
kita giring ke atas tanjakan jembatan bypass. Disini salah satu anggota lepas rantai, tapi dengan' cepat bisa diperbaiki. Dan lainnya tidak siap dengan tanjankan, karena salah oper gigi. Ya jadi nungguin juga yang tertinggal ini. Selepas tanjakan ke arah Cempaka Putih lancar kembali. Dan kita pun kembali ke Start area dengan selemat.
Dan berikut beberapa foto yang disambung jadi video.
Kamis, 14 Juni 2012
Gowes : FUNBIKE - GOWES BARENG - Kalbe Cemput Juni 2012
Minggu, 29 April 2012
Gowes Penasaran
Saya berangkat sendiri pada pukul 05.45 Wib dari rumah, dengan perlengkapan yang biasa saya bawa dan sebotol air minum dan secara sengaja saya tidak membawa handphone pada petualangan kali ini. Awalnya saya berkeinginan hanya gowes ke arah Marakas, Bekasi yang memang tidak terlalu jauh dari rumah. Tapi kalo segitu saja kurang maximal, maka saya lanjutkan ke arah Harapan Indah paling belakang ke perkampungan Taruma Jaya. Terus terang saya tidak tahu arah pastinya mau kearah mana, hanya mengikuti nyali saya. Diperkampungan melewati desa-desa dan persawahan, sampai jauh kedalam hingga ternyata pada ujung jalan saya melihat sebuah cilo-cilo tinggi. Apakah sebuah perusahaan besar, tapi semakin dekat saya melihat ternyata sebuah PLTGU Muara Mawar yang baru saya lihat sekarang ini. Jalanan masih bagus hingga saya memutari PLTGU tersebut, hingga saya pada ujung jalan yang ternyata ada sebuah Krematorium yang saya sendiri lupa namanya.
Maka saya berbalik kembali ke arah PLTGU, tapi disebelah kiri dari PLTGU tersebut seluas mata memandang terlihat tambak. Saya melihat ada jalanan tanah merah kearah yang saya sendiri tidak tahu karena tidak ada petunjukknya. Maka sekali lagi saya penasaran, dan saya langsung saja gowes sendiri di tanah merah tersebut.Sejauh mata memandang hamparan tambak luas sekali. Saya rasa sudah cukup jauh dari jalanan cor, hingga keujung jalan tanah merah tersebut dan ternyata tempat orang-orang mancing dan memang ada perkampungan nelayan disana. Cukup jauh mungkin kurang lebih 1 km dari PLTGU tadi.
Saya sempat istirahat disana sambil melihat keasyikan orang-orang disaat mancing di ujung rawa/ pantai. Tak lama saya memutar balik untuk kembali ke jalanan cor tadi. Karena masih penasaran saya beberapa kali melewati jalanan ditengah tambak yang jalanannya kecil, tapi asyik buat spotjantung juga. Dan kembali ke jalanan cor, saya melihat suatu petunjuk jalan yang sedikit tertutup tanaman ke arah 'Jakarta'. Wah...sekali lagi membuat saya penasaran, maka saya kembali ikuti nyali saya mengikuti jalanan tersebut. Dimana kiri dan kanan jalanan tersebut banyak sekali terminal peti kemas. Hingga suatu tempat saya melihat gedung bertuliskan 'Marunda Center'. Apakah saya 'masih' berada didaerah Marunda. Ah...penasaran saya tetap gowes yang tak berujung. Dan...dan...ternyata saya sampai di jembatan Marunda yang biasa saya dan teman2 lewati...wah sudah jelas kemana arah jalanan tersebut...puas juga penasaran saya.
Dan saya gowes terus ke arah BKT - Harapan Indah
Senin, 23 April 2012
Batik Bike by Dakta Radio
Jarak dari TKP1 kami ke Grand Wisata kurang lebih 20 km, jadi kami harus cepat gowes agar sampai disana pas pukul 06.00. Tapi ternyata kami juga tetap telat, ah... Ndak papa toh pas dateng langsung ikutan gabung aja sama lainnya. Cukup banyak yang ternyata ikutan gowes tersebut. Tapi kalo dilihat sepintas sich nggak nyampe 2000 orang lah. Kami masih bergerombol dengan yang lainnya, karena cukup rame jadi kita gowes cukup santai.
Tapi dari semua etape yang harus dilalui, alhamdulillah kami semua bisa melewatinya dengan selamat. Tapi mungkin tidak terlalu sempurna, namun masih ada kendala. Dan asyiknya lagi istri saya mendapatkan doorprice kompor gas. Karena yang mengikuti acara tersebut sebanyak 2000 peserta dan doorprice juga hanya 80 macam saja.
Simak saja video berikut ini.
Minggu, 15 April 2012
Perjalanan Gowes Marunda
agenda yang lain maka kami lakukan gowes tidak terlalu jauh.
Kami melalui jalur perkampungan untuk sampai ke perumahan Harapan Indah Bekasi. Kami jalan terus menuju kearah Pasar Modern Harapan Indah yang letaknya paling belakang. Dipasar itu kami singgah sebentar untuk melihat-lihat. Dan ternyata istri sempat berbelanja celana untuk anak kami. Tak beberapa lama sms dihandpone aku berbunyi, dan ternyata sms dari Pak Jamil. Rupanya pak Jamil diarea yang sama dengan kami yaitu Pasar Modern. Tak beberapa lama kami pun bertemu dengan Pak Jamil yang sedang memborong jajanan pagi dan menyantapnya dengan lahap, seolah lapar sekali. Kamipun gowes kearah Marunda melalui jalan yang bagi aku dan istrku belum pernah kami lewati dan rupanya Pak Jamil tahu persis area ini. Kami bertiga bergerak kearah patung kuda dimana ini adalah area paling belakang dari perumahan Harapan Indah Bekasi. Kemudian kami bertemu dengan hamparan sawah yang luas dibagian belakang komplek tersebut. Kami mulai masuk perkampung yang aku lupa namanya, dimana gang yang kami lalui cukup kecil yang cukup untuk satu mobil atau truk ukuran mitsu... mini.
Jalanan hampir saja habis ternyata didepan kami ada tanjakan yang cukup tinggi, tangan bergerak cepat memindahkan gigi gear pindah ke gigi paling rendah untuk naik tanjakan...istriku juga sama. Sampailah kami dijalur utama BKT menuju ke Marunda. Lumayan juga kami memotong 1/2 perjalanan melalui BKT dari ujung Menteng. Tak beberapa lama kami sampai di bibir Pantai Marunda.
Rupanya disana sudah banyak goweser yang lain. Kali ini ada suguhan yang berbeda dari biasanya. Yaitu sedang ada pada Pencaksilat yang sedang melakukan ujian kenaikkan tingkat dengan berendam didalam laut. Awalnya kami bingung ada apa, karena para pencaksilat itu bergerak kesana kemari tanpa pasti. Namun lama-kelamaan baru terlihat ternyata mereka dari PPSI ujian tenaga dalam didalam air.
Melihat mereka terpelanting diair karena di'tembakkan' tenaga dalam oleh 'tutor'nya. Tapi asyik juga ada suguhan yang berbeda. Dan seperti biasa ada pula para layang menggunakan mesin yang dipanggul dibelakang punggung pengemudi, pada pagi itu ada 4 para layang yang 'beredar' diawan Marunda.
Kami disana kurang lebih 1 jam. Kemudian karena ada janjian yang lainnya, maka kami bergegas pulang melalui jalur yang sama saat kami berangkat. Diperjalanan kami menemui sekelompok goweser yang jika kami lihat kaos mereka sama dengan logo 'ahlinya teh' berwarna orange. Kami sempat berbicang dengan mereka, walaupun akhirnya kami pisah karena kami mengambil jalur kampung dan mereka mengambil jalur BKT ke arah Ujung Menteng.
Sesampainya kami diarea perumahan Harapan Indah didekat pertigaan Carefour, aku dan istri berbelok ke kiri kearah bulevard sedangkan Pak Jamil lurus untuk kearah jalan Raya Bekasi. Aku dan istri tetap menggowes hingga kerumah masih melewati perkampungan dan jam 9.30an kami sampai dirumah dengan selamat.
Alhamdulillah....
Minggu, 08 April 2012
Ban Kempes
Hari Minggu pagi 8 April 2012, saya dan istri berangkat pagi setelah sholat subuh ke TKP kami biasa berkumpul. Pagi itu kami berencana untuk gowes kearah Senayan dari Bekasi. Setelah bertemu di TKP, kami hanya ber-5 (lima).
Jam sudah menunjukkan pukul 6.00 dan kami pikir kami tidak menunggu siapa-siapa lagi. Maka kami bergegas untuk berangkat kearah Senayan. Tadinya kami akan join dengan teman lainnya di Cempaka Putih dengan komunitas KBC - Kalbe Bike Club, namun kami urungkan dan untuk langsung ke Hotel Indonesia lewat jalur Jalan Baru - Pondok Kopi - Jatinegara - dst.
Sesampainya kami melalui Jalan Baru perjalanan sedikit tersendat, karena ban belakang dari gowesan Ibu Novi bocor. Awalnya kami kira itu hanya kurang angin, maka kami pompa. Dan kami kembali bergegas untuk melanjutkan gowesan kami.
Namu tidak beberapa jauh dari pompaan awal tadi(kurang lebih 300 meter), ban belakang kembali kempes dan sekarang angin di ban sepertinya habis total. Wah...ini berarti bocor, dan kami harus mencari tambal ban terdekat. Kami bertiga, saya, istri saya dan Ibu Novi menuntun sepeda kami untuk mencari tukang tambal ban, karena rombongan 2 teman yang lainnya telah jauh didepan kami. Tapi yang ada hanya tukang tambal ban motor dan mereka rata-rata tidak bisa menambalnya.
Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke TKP sambil mencari tambal ban sepeda. Saya sempat mencari-cari bengkel sepeda yang pagi itu sudah buka, tapi susah. Adapun yang buka, tidak bisa untuk tambal ban ternyata hanya berjualan sepeda bekas dan ban dalam kecil.
Tak beberapa lama istri dan Ibu Novi menyusul hingga kearah Rawa Bebek, yang notabene sudah memasuki daerah TKP. Ibu Novi pun menawarkan meninggalkan dia sendiri sambil mencari tukang tambal ban. Awalnya saya dan istri nggak tega, tapi karena sudah memasuki teritorial TKP ya sudah kami harus 'tega'. Kami berdua, saya dan istri akhirnya menggowes kerah Harapan Indah Bekasi paling tidak sama dengan Hotel Indonesia dalam hal singkatan 'HI'.
Alhamdulillah mungkin ada hikmah lain yang tersembunyi.
Rabu, 28 Maret 2012
Aku dan Si Merah

Awalnya hanya iseng untuk membuat sepeda lama itu menjadi tunggangan keluar masuk perumahan. Tapi seiring dengan waktu aku mulai membuat sepeda ini menjadi lengkap. Then this what i call 'Si Merah'.
Berangkat dari sepeda Federal lama yang sebelumnya aku barter dengan sebuah sepeda old Scorpion (made in mana nggak tau :p). Dengan cat merah yang menurut aku norak tapi ngejreng...membuat orang harus menyimak...hehehe. Mulai ganti handlebar dan stem pake merk United XC, trus ganti rem pake Shimano 7 speed non series. Nggak lupa ganti kabel-kabel rem yang udah nggak enak diliatnya. Then ke groupset...cuman karena harus jaga pengeluaran makanya masih pake yang masuk budget jadi pake Shimano Tourney TX dari freewheel, RD dan FD. Biar tampil seperti XC yang branded punya maka aku mulai mengganti fork depan pake fork murah meriah punya RST 191 Standar yang cocok sama framenya. Tadinya mo ganti ban juga tapi ...nggak lah aku mo bikin 'Si Merah' menjadi hybrid bicycle.
Hybrid bicycle itu yang menjadi mimpi selanjutnya. Dan memulai dengan mengganti rem dengan menggunakan disc brake. Tanya-tanya sama mbah Google kesana kemari, dengan Kaskus Federal jadi main infonya. Maka mulai mencari-cari dudukan buat disc brake biar dipasang ke framenya pas. Tapi nyari' nya susah banget. Udah 1 bulan lebih nyari...akhirnya beli disc brakenya aja dan langsung pasang yang bagian depannya, untuk bagian belakangnya nanti-nanti aja dach. Wuih utuk saat ini "terpaksa" terima dengan yang ada...hehehe.
Mulailah dengan gowes sana-sini sama teman sekantor yang ternyata tertarik olahraga gowes ini....trims friends